Wednesday, August 23, 2017

Laporan Menteri LHK Pada Acara Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2017 dan Peresmian Landmark Hutan Indonesia

 

LAPORAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PADA ACARA PUNCAK PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP DAN PERESMIAN LANDMARK HUTAN INDONESIA
Manggala Wanabakti, 2 Agustus 2017
 
Assalaamu 'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
  • Yang kami hormati Bapak Presiden;
  • Yth. Pimpinan dan Anggota Lembaga Negara;
  • Yth.Bapak Ibu Menko/Menteri Kabinet dan YM Dubes Negara Sahabat dan Perwakilan lembaga multilateral;
  • Yth. Gubernur, Bupati dan Walikota;
  • Para tokoh dan  penerima penghargaan serta  seluruh Undangan yang kami hormati.
Dengan senantiasa mengharapkan ridho Allah SWT, ijinkan kami melaporkan kepada Yth.Bapak Presiden dalam rangka kegiatan pagi hari ini.

Mengawali laporan ini, saya mohon ijin menyampaikan salam dan rasa  bangga dari seluruh rimbawan Indonesia kepada Yth. Bapak Presiden. Terima kasih atas perkenan kehadiran Bapak pada rangkaian acara Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup, Peresmian LandmarkHutan Indonesia untuk Rakyat, Kemah Generasi Lingkungan untuk Konservasi, Pekan Nasional Perubahan Iklim yang berkeadilan serta pembukaan Rapat Kerja Nasional Hutan, Lingkungan dan Perubahan Iklim.

Rangkaian acara Hari Lingkungan Hidup tahun 2017 telah berlangsung sejak April 2017 dengan beberapa kegiatan seperti pendidikan anak, budaya, diskusi lingkungan serta pameran karya dan kreativitas masyarakat, produk ramah lingkungan dan daur ulang serta ecodriving, workshop dan rally. Hari lingkungan tahun 2017 mengambil tema “connecting people to nature”.

Pada rangkaian puncak acara hari ini akan disampaikan penghargaan-penghargaan kepada stakeholders lingkungan dan kehutanan, masing-masing penghargaan KALPATARU, ADIPURA, ADIWIYATA dan NIRWASITA TANTRA yang prosesnya telah cukup panjang  dengan penilaian oleh masing-masing Dewan Pertimbangan dan Penilaian yang independen.
Penghargaan KALPATARU diberikan dalam kategori perintis, pengabdi , penyelamat dan pembina. Untuk tahun 2017 ini diberikan kepada 10 orang. KALPATARU diberikan kepada orang/kelompok dan atau lembaga yang secara luar biasa berhasil merintis, mengabdikan, menyelamatkan dan membina lingkungan atas prakarsanya sendiri.Stakeholders ini ialah para tokoh di masyarakat, yang merupakan stakeholders penting dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan.

Penghargaan ADIPURA adalah penghargaan tertinggi kepada kabupaten/kota yang memenuhi syarat sebagai kota yang dikelola secara berkelanjutan. ADIPURA untuk mewujudkan kota yang bersih, teduh, sehat dan menerapkan prinsip tata kepemerintahan yang baik. Kota yang juga memiliki kemampuan penyelesaian masalah-masalah lingkungan seperti sampah, ruang terbuka hijau, pencemaran air, dampak perubahan iklim, kerusakan akibat penambangan,  karhutla, dan good governance secara umum. Penghargaan ADIPURA diberikan kepada 6 kepala daerah penerima ADIPURA KENCANA, 16 penerima ADIPURA untuk pertama kalinya. Sedangkan kepada 101 penerima ADIPURA akan dilanjutkan malam hari nanti.

Penghargaan ADIWIYATA, diberikan kepada sekolah yang bersih, teduh, efisien dalam penggunaan kertas, air dan listrik. Sejak pertama kali dilaksanakan tahun 2006 hingga saat ini sekolah model ADIWIYATA berjumlah 7.278 unit diseluruh Indonesia. Penghargaan akan diberikan saat ini kepada 24 sekolah ADIWIYATA. Sebanyak 89 sekolah akan diserahkan bersama-sama Menteri LHK dan Mendiknas nanti malam atas nama Bapak Presiden.

Penghargaan NIRWASITA TANTRA, yaitu penghargaan kepada kepala daerah dengan kepemimpinan dalam formulasi dan penerapan kebijakan serta program kerja dalam rangka memperbaiki kualitas lingkungan hidup didaerah. Penilaian berdasarkan kinerja daerah dan dokumen informasi pengelolaan lingkungan. Penghargaan diberikan kepada 3 Gubernur, 3 Bupati dan 3 Wali Kota.

Penghargaan-penghargaan itu semua merupakan bagian penting upaya pelembagaan, serta internalisasi kebijakandan implementasi pembangunan lingkungan. Untuk itu kami mohon perkenan kesediaan Yth.Bapak Presiden dan Bapak Menko Perekonomian dapat memberikan secara langsung penghargaan-penghargaan dimaksud.

Bapak Presiden Yang Kami Hormati,

Selanjutnya, kegiatan Kemah Generasi Lingkungan untuk konservasi merupakan bagian dari langkah pendidikan  bidang lingkungan mulai dari anak sekolah dan pramuka. Kemah Generasi Lingkungan ini diisioleh Pramuka Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru, sebanyak 500 pramuka dari sekolah ADIWIYATA, dengan kegiatan antara lain pendidikan  pengurangan sampah, pemanfaatandan daur ulang, serta pembelajaran tentang konservasi satwa dan tumbuhan serta taman nasional dan konservasi laut.
Dalam puncak acara Hari Lingkungan Hidup ini juga diterbitkan dan akan diluncurkan sampul hari pertama oleh PT. POS INDONESIA dengan tema Peduli Lingkungan Hidup, atas kerjasama kami bersama Menteri Komunikasi dan Informasi. Pada kesempatan ini kami mohon perkenan Bapak Presiden untuk dapat menandatangani perangko ajakan untuk menanam pohon paling sedikit 25 pohon seumur hidup. Kampanye menanam 25 pohon telah kami rintis sejak hampir dua tahun lalu dan sedang terus dikembangkan ke tengah-tengah masyarakat,dengan berbagai pola dan  dukungan para penggiat lingkungan, DAS, sungai, danau, gunung, pesisir pantai, taman kota dan segala penjuru bumi Indonesia. 

Selanjutnya ijinkan kami melaporkan tentang Landmark Hutan Indonesia untuk Rakyat, yang kami mohon dapat diresmikan oleh Yth.Bapak Presiden RI.  Landmark ini menjadi penanda kebijakan perhutanan Indonesia dalam koridor baru konfigurasi pemanfaatan hutan yang  berimbang, antara ekonomi dan lingkungan, antara usaha rakyat dan korporat, serta antara produktivitas dan konservasi/perlindungan. Hutan Indonesia untuk rakyat diinspirasi para tokoh masyarakat dan penggiat lingkungan WALHI, WWF, dll termasuk artis-artis  seperti Glenn Fredly, Meilani Subono, Opie Andaresta, Nugie , Ully Rusadi dan  banyak artis lainnya yang juga adalah pecinta lingkungan, serta para penggiat media sosial, dan semua pihak  yang kami pahami tiada henti memperjuangkan hutan untuk kesejahteraan. Hutan itu Indonesia, demikian kata Glenn  dkk, Dan Hutan Indonesia Untuk Rakyat, itulah yang terefleksikan dari kebijakan-kebijakan Bapak Presiden dalam upaya terus menerus membangun Ekonomi yang Berkeadilan.

Bapak Presiden telah menegaskan kebijakan ekonomi berkeadilan dengan formulasi diantaranya peran sumberdaya lahan, masyarakat dan kesempatan yang diberikan atau aksesmasyarakat. Hutan Indonesia untuk rakyat, disitulah kesempatan itu ditekankan oleh Bapak Presiden. Dan sumber daya hutan ditegaskan dalam hal pemanfaatannya. Inilah pertanda kebijakan Presiden yangsudah dimulai di beberapa tempat dengan pengakuan hutan adat secara resmi, aktivitas aktual hutan-hutandesa di berbagai wilayah diIndonesia, serta Hutan Tanaman Rakyat yang sedang terus menggeliat.

Langkah ini penting sebagai langkah corrective measures, kebijakan, implementasi, praktekdan pendekatan yang terus menerus diperbaiki bagi kepentingan rakyat banyak. Implementasinya harus terus menerus berkesinambungan, agar tujuan nasional bisa dicapai dan cita-cita nasional bisa diwujudkan, yaitu untuk masyarakat sejahtera, drmikian yang  ditekankan Bapak Presiden kepada kami dan Menteri lainnya.

Pada kesempatan ini kami mohon perkenan kesediaan BapakPresiden untuk menandai peresmian Landmark Hutan Indonesia untuk Rakyat, dengan penandatanganan prasasti fosil kayu jati dengan usia geologis jutaan tahun, ditemukan pada Juli 2014 di kedalaman 12 meterdibawah tanah  di Balaraja  Provinsi Lampung. Kami harapkan Bapak Presiden juga berkenan menanam pohon jati Presiden, sebagai Landmark Hutan Indonesia untuk Rakyat di Arboretum  di sebelah ini.

Bapak Presiden Yang Kami Hormati,

Kami juga ingin melaporkan kegiatan Pekan Nasional Perubahan Iklim,  berupa pameran dan diskusi publikyang dimulai pagi ini sampai dengan tanggal 4 Asgustus, berkenaan dengan upaya menjelaskan kepada publik kemajuan teknis dan pelaksanaan pengendalian perubahan iklim, Paris Agreement, dengan  sasaran kontribusi penurunan emisi gas rumah kaca atau NDC yang telah ditargetkan 29 % sampai 41 % hingga tahun 2030. Pada booth pameran di gedung Blok II dan IIIdisjaikan display atau pameran instrumen-instrumen dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim seperti Sistem Registri Nasional, pengendalian kebakaran hutandan lahan, system monitoring gas rumah kaca, juga contoh-contoh nyata dari masyarakatdalam upayapengendalian perubahan iklim atau show case good practices, dengan partisipasi berbagai unsur aktivis, Pemda, dunia usaha dan Pemerintah Pusat.

Bapak Presiden Yang Kami Hormati,

Terakhir, berkenaan dengan tentang Rapat Kerja Nasional dengan tema, Hutan, Lingkungandan Iklim yang Berkeadilan, direncanakan akan berlangsung tanggal 2 s.d tanggal 4 Agustus 2017.Tujuan utama Rakernas untuk menyamakan derap langkah pusatdan daerah serta pemerintah dan masyarakat, aktivis, akademisi, dan profesional dunia usaha di dalam pembangunan sektor lingkungan hidup dan kehutanan. Semuanya untuk tujuan kesejahteraan dan keadilan.Untuk itu kami mohon perkenan Yth.Bapak Presiden untuk membuka secara resmi Rakernas Hutan dan Lingkungan Hidup Tahun 2017 serta memberikan pengarahan kepada peserta Rakernas 2017 yang hadir pada pembukaannya  saat ini.

Tak lupa kami menyampaikan terima kasih atas dukungan penyelenggaraan rnagkaian kegiatan hari ini,  terima kasih kepada seluruh jajaran  tim kerja KLHK, dan  terima kasih atas perkenan Yth Bapak Presiden. Kami mohon maaf untuk hal-hal yang kurang pantas atau belum pas.

Demikian, wabillaahi taufik wal hidayah,
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, 2 Agustus 2017
Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan

Siti Nurbaya

 
 
 
 
 
 
 
 
Website dibuat oleh NiagaWebsite.com