Wednesday, August 23, 2017

Cerdas Mengelola Alam yang Kita Pinjam Dari Generasi Mendatang (Pointers Menteri LHK Pada Penutupan Raker Nasional KLHK)


POINTERS MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PADA PENUTUPAN RAKER NASIONAL KLHK
Jakarta, 4 Agustus 2017
 
 
Assalaamu 'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Om Swastiastu
  1. Salam
  2. Kita telah menyelesaikan rapat kerja selama 3 hari yang sangat intens dan cukup berat. Terima kasih atas partisipasi semua pihak. Tadi telah disampaikan oleh Sekjen rangkuman Raker selama tiga hari. Dalam kaitan itu, dengan ini saya sampaikan beberapa catatan penutup yang saya anggap penting sebagai berikut.
  3. Semangat dasar menjaga kedaulatan SKA dan legitimasi Negara. Bobotnya melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia (melindungi masyarakat pinggiran, melindungi akses legalisasi wilayah dan habitat dan kekayaan alam), mencerdaskan kehidupan bangsa (alam sebagai wahana pendidikan, dan secara cerdas mengelola alam yang kita pinjam dari generasi mendatang, prinsip sustainabilitas), memajukan kesejahteraan umum (lingkungan sumberdaya alam sebagai resources ekonomi, menopang pertumbuhan wilayah, prinsip keseimbangan). Serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi, menyelaraskan alam kita dengan alam dari perspektif internasional, konvensi Nagoya, RAMSAR, dll terakhir Paris Agreement,  dengan catatan berdasarkan perdamaian yang abadi, with respect, dan prinsip saling menghormati kedaulatan. Inilah prinsip-prinsip dasar dalam melakukan terobosan kebijakan dasar sektor lingkungan dan kehutanan, sebagaimana dimaksud Bapak Presiden yaitu skala besar, format besar pembangunan sektor lingkungan dan kehutanan yang diorientasikan untuk mencapai tujuan nasional tadi serta untuk terwujudnya cita-cita nasional.
  4. Tindak Lanjut harus dilakukan dengan  pembahasan lebih fokus untuk sampai pada rencana besar, skenario besar pembangunan lingkungan dan kehutanan Indonesia sebagai terobosan yang dimaksud Presiden. Lakukan langkah-langkah kerja secara sequential. Sudah sejak akhir 2015 diminta Presiden saat audiensi  stakeholders kepada Presiden.  
  5. Apa saja yang penting sebagai hints  atau koridor dalam tema besar sebagai corrective measure itu meliputi : a) tata kelola lingkungan dan hutan (hutan primer, gambut, sungai dan riparian, DAS, habitat endemic dan sumberdaya genetik; b) orientasi berimbang ekonomi dan pelestarian dengan berbagai inovasi green economy, circular economy, pertumbuhan wilayah berbagai sumberdaya hutan dan jasa lingkungan ; dan c) konfigurasi bisnis baru, hulu hilir berbasis rakyat (bisnis kehutanan dalam dukungan lainnya dan perbankan eksekusi Bank bersama BLUPK mungkin regulasi dan kemudahan bisnis masyarakat); dan d) ekonomi berkeadilan dengan basis sumberdaya lahan, dengan menjawab land holding sebagai core problem dan akses hutan melalui perhutanan sosial. Serta asosiasi kegiatan seperti financing, skill, manajemen, pasar, dan pemupukan modal.
  6. Konsep-konsep berpikir itu harus dimatangkan dalam desain implementasinya sebagai  bagian paling berat. High technology low touch. Berat dalam merancangnya dan lebih kuat melaksanakannya. Regulasinya diupayakan baik tapi touch-nya juga harus baik tidak boleh rendah atau pakai  praktek lama yang tidak sesuai dengan semangat dan kondisi sekarang. Bukan hanya unsur birokrat tapi semua pihak.
  7. Nuansa pangarus utamaan perubahan iklim jangan hanya jadi wacana tapi kita aktualisasikan secara nyata. Dalam pembahasan dalam praktek dan interaksi di masyakat. Banyak materi-materinya baik di pameran maupun di pararel session serta beberapa dari pengerahan sektor kemarin.
  8. Pengembangan untuk optimalisasi pendanaan DBH DR dan Dana-Dana  transfer daerah, selain optimalisasi dana-dana UPT yang sinergis sasarannya untuk economic  growth yang sejalan dengan pelestarian
  9. Evaluasi pelaksanaan dan kelembagaan seperti KPH untuk optimalisasi peran sekaligus efektifitas performance sektor dan daerah. Koherensi dan harmonisasi sasaran nasional , provinsi dan kabupaten/kota.
  10. Pemahaman NDC dan desain implementasi mitigasi dan adaptasi. Berjalan simultan antara rancangan praktek evaluasi inovasi pembaharuan untuk penataan yang harmonis. Beberapa contoh best practice sangat penting seperti disampaikan Dirjen.
  11. Gerakan dan pemeliharaan semangat pembangunan berwawasan lingkungan yang sudah ada modal awalnya seperti yang kita dengarkan dan saksikan bersama-sama serta diantaranya maka perlu diluangkan sebagai gerakan nasional untuk kita tindak lanjuti bersama. Mari lakukan yang terbaik bagi bangsa ini.
  12. Terima kasih atas kontribusi semua pihak dan selamat kembali ke daerah. Saya mengundang terus menerus interaksi kepala-kepala dinas dengan unit-unit kerja KLHK pusat maupun yang ada di daerah. Dalam pelaksanaan urusan yang bersifat desentralisasi, atau dekonsentrasi dan concurrent  masing-masing ada polanya dan kita perlu saling bicara dengan aturan main yang sudah diatur dalam peraturan perundangan sehingga prinsip-prinsip public life betul-betul bisa berlangsung. Rakyat membutuhkan itu.  
  13. Terima kasih.  

Wassalaamu 'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Om santi santi santi om

Jakarta, 4 Agustus 2017
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
 
Siti Nurbaya
 
 

Website dibuat oleh NiagaWebsite.com