Wednesday, December 13, 2017

Menteri LHK Ajak Siswa Miliki Hutan di Halaman Rumah


MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengajak para anak muda untuk peduli pada masa depan lingkungan Indonesia, dengan cara menanam 25 pohon selama hidup. Manfaatnya akan terasa untuk masa depan yang lebih baik.

Hal ini disampaikan Menteri Siti, saat melakukan kunjungan sekaligus 'Sosialisasi Generasi Muda Lingkungan Hidup dan Kehutanan'ke SMAN 2 Slawi, Tegal, Jawa Tengah. Ini merupakan rangkaian acara dialog 'Sukses Indonesia Ku', Sabtu (23/9/2017).

Dihadapan ratusan siswa yang penuh semangat, Menteri Siti mengatakan bahwa mereka bisa berkontribusi besar pada lingkungan. Caranya dengan menanam minimal 25 pohon seumur hidup.

''Ayo tanam 5 pohon sewaktu di Sekolah Dasar, 5 pohon saat Sekolah Menengah Pertama, 5 pohon Sekolah Menengah Atas, 5 pohon ketika di bangku kuliah dan 5 pohon sewaktu menikah,'' ajak Menteri Siti.

Dengan kecintaan pada lingkungan, siapa saja juga bisa memiliki hutan sendiri di halaman rumah mereka. Dalam kesempatan tersebut Siti Nurbaya juga menyerahkan 1.000 bibit tanaman buah untuk ditanam di sekolah dan di rumah masing-masing siswa.

''Jika kita memiliki halaman rumah seluas 10 m2 dan ditanami berbagai jenis pohon, lalu dirawat hingga setinggi 3 meter dengan tajuk yang saling bertemu, itu sudah disebut hutan. Jadi mari hadirkan hutan di halaman rumah kita sendiri,'' imbaunya.

Diingatkan kembali Menteri Siti, bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat adalah hak asasi setiap manusia, sebagaimana amanat UUD tahun 1945. Dikatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Untuk itu pula sejak tahun 2006, KLHK sudah memiliki program Adiwiyata untuk mendorong sekolah-sekolah menerapkan prinsip ramah lingkungan. Caranya melalui peningkatan pengetahuan mengenai konservasi tanah dan air, mengolah sampah dan menanam pohon. Hal ini dilakukan untuk menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan dan menularkan semangat peduli lingkungan terhadap generasi muda Indonesia.

Sementara itu dalam sambutan Bupati Tegal, yang disampaikan Asisten Bidang Pembangunan dan Administrasi Muhammad Nur Mahmud, menyatakan bahwa Pemkab Tegal terus melakukan sosialisasi pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup kepada masyarakat, serta pembinaan generasi muda untuk cinta lingkungan.

''Berkat kepedulian generasi muda terhadap lingkungan, di Kabupaten Tegal terdapat 1 sekolah Adiwiyata Mandiri, 4 sekolah Adiwiyata Nasional, 11 sekolah Adiwiyata Provinsi dan 36 sekolah Adiwiyata Kabupaten,'' jelas Nur Mahmud.

Tidak hanya itu, Pemkab Tegal juga telah memperbaiki tata kelola lingkungan hidup dengan merubah cara pandang masyarakat. Dimana sampah bukan hanya jadi tanggungjawab pemerintah, tapi semua lapisan masyarakat.

''Sampah tidak selamanya menjadi musibah, tapi bisa juga menjadi berkah, dengan mengolah sampah menjadi produk bermanfaat. Salah satu usaha yang gencar dilakukan, setiap desa dan setiap kantor di Tegal yaitu harus memiliki bank sampah,'' ungkap Nur Mahmud.

Masih dalam rangkaian acara yang sama, juga dilakukan aksi ‘GAUL: Gerakan Aksi Untuk Lingkungan’ oleh 50 anggota pramuka dari Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti. Mereka membersihkan sampah, menanam pohon dan diberi pelatihan pengelolaan sampah.

Diharapkan melalui kegiatan ini para siswa akan menjadi pioner dan menjadi tauladan yang menerapkan prinsip hidup ramah lingkungan hingga ke generasi berikutnya.(***)