Thursday, February 22, 2018

Senandung Menteri Siti, dan Ajakan Sayangi Bumi

AKHIR pekan diisi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dengan berbaur bersama para pelajar yang hadir mengikuti lomba menggambar dan menulis di gedung KLHK, Jakarta Pusat, Sabtu (20/1/2018).

Kegiatan ini termasuk dalam rangkaian Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2018  (HPSN) dengan tema 'Sayangi Bumi Bersihkan dari Sampah". Menteri Siti bahkan turun langsung memeriahkan suasana dengan menyumbangkan sebuah lagu.

"Saya mau menyumbangkan satu lagu berjudul Edelweis untuk anak-anakku yang hadir dan mengikuti lomba hari ini," tutur Siti di hadapan anak-anak, orang tua serta para guru.

Lagu lawas yang kembali populer setelah menjadi original soundtrack film The Sound of Music itu memang salah satu favorit Menteri Siti.

Di akhir lagu, sang Menteri yang tampak santai hadir dengan baju putih, celana panjang dan jaket hitam tersebut, menyampaikan makna di balik lagu yang dibawakannya. Dikatakannya bahwa Edelweis adalah salah satu bunga yang cantik dan banyak tumbuh di berbagai pegunungan, utamanya di Taman Nasional. Ia mengajak semuanya untuk peduli lingkungan, utamanya masalah penanganan sampah.

Ia mengingatkan para pelajar tentang pentingnya menumbuhkan kesadaran sejak dini terhadap persoalan sampah. Jika sampah tidak ditangani secara bersama-sama, dampaknya akan membebani bumi.

Menteri Siti menyatakan perlu ada penanganan sampah secara End of Pipe menjadi paradigma bersih dari hulu sehingga bisa menjadikan Indonesia Bersih Sampah

Dalam rangkaian HSPN ini akan dilakukan kegiatan utama yaitu “Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS)”. Ini menjadi salah satu langkah mewujudkan pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% pada Tahun 2025.

Hal tersebut sesuai Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah.

Kegiatan TBBS dimulai sejak tanggal 21 Januari 2018 sampai dengan 21 April 2018. Menteri Siti mengingatkan agar semua kalangan ikut berpartisipasi aktif.

"Sebetulnya sepanjang waktu kita harus membuang sampah pada tempatnya," sambung Menteri Siti.

Berbagai kegiatan akan dilaksanakan pada TBBS, antara lain Gerakan kebersihan di perkantoran, pelabuhan, bandara, stasiun, terminal, car free day,  sungai, pasar, kawasan permukiman, di gunung, pesisir dan laut.

Gerakan kebersihan dimaksud akan dilakukan oleh berbagai komunitas sampah, keagamaan (NU, Muhammadiyah, PGI, WGI, Walubi, Palisadha Hindu Dharma).

Selain itu juga akan dilakukan dialog Komunitas di tujuh kota besar di Indonesia serta Rakernas dan Rakornas Persampahan.

"Ayo kita bersihkan sampah dari bumi kita. Sayangi bumi kita, bersihkan dari sampah," pungkasnya.(*)