Thursday, February 22, 2018

Dikukuhkan Sebagai Insinyur Profesional Utama

Pesan Menteri LHK: Jangan Pernah Lelah Berbakti untuk Bangsa

DENGAN mengucap janji profesi untuk bertanggungjawab dalam berkarya, percaya diri, terbuka untuk bekerjasama, dan menaati hukum negara, sebanyak 115 Insinyur dikukuhkan dalam Upacara Pengukuhan dan Janji Insinyur Profesional di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (22/01/2018).

Acara yang digelar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Badan Kejuruan Teknik Kehutanan (BKTK) ini, turut mengukuhkan Menteri LHK, Siti Nurbaya, sebagai Insinyur Profesional Utama (IPU).

"Kita bersyukur kepada Tuhan YME, bahwa pagi ini telah berlangsung  acara pengukuhan Insinyur Profesi Teknik Kehutanan. Saya hadir saat ini dengan penugasan dari Mensesneg, dan saya menyampaikan bahwa Bapak Presiden memberikan perhatian serta mendukung langkah-langkah profesi teknik kehutanan sebagaimana pengukuhan ini,“ tutur Menteri Siti Nurbaya mengawali sambutannya.

Disampaikannya, Presiden Joko Widodo berpesan agar para profesional kehutanan semakin kokoh dalam membangun daya saing bangsa. Hal yang paling penting dalam menjaga daya saing, selain sumber daya alam dan hal-hal dasar yang dimiliki, juga efektifitas  manajemen, serta persoalan inovasi di dalamnya.

"Pesannya untuk meningkatkan terus menerus SDM sebagai faktor penting dan utama," kata Menteri Siti.

Ditambahkannya, Presiden Jokowi juga telah menegaskan prioritas kerja kabinet, salah satunya dikonsentrasikan kepada profesionalitas SDM. Dalam kaitan itu, maka agenda pengukuhan profesionalis menjadi sangat penting.

"Berpikir dan bekerja terukur dan sistematis sebagai ciri profesional," katanya.

Selain itu, Menteri Siti menjelaskan  pola pendekatan yang terus berpikir atau disebut thinking ahead, berkembang terus dengan refleksi dan memikir  ulang (thinking over), dan saat ini sangat diperlukan membandingkan dengan berbagai referensi (thinking accross). Ketiganya penting dalam menghadapi tantangan.

"Thinking ahead, thinking over, dan thinking accross, itulah bagian penting dari pengembangan profesional.  Kehadiran insinyur profesional dapat menjadi andalan untuk menjaga penetrasi globalisasi dimana filter dalam berdaya saing dengan profesionalis luar negeri ada pada organisasi-organisasi profesional atau asosiasi," jelasnya.

Menteri Siti juga menjelaskan, saat ini banyak tantangan di sektor kehutanan baik internasional dan dalam negeri. Seperti terkait bisnis kehutanan dan perspektif konfigurasi bisnis baru dengan kehadiran program Perhutanan sosial.

"Bisnis kehutanan harus terus menjadi pemikiran untuk kita tingkatkan formatnya, bagaimana kesatuan forward dan backward linkage nya. Selain itu berkaitan dengan konfigurasi bisnisnya, misalnya dari pendekatan timber management, ke skema perhutanan sosial, bagaimana kita menjaga kelestariannya dari perspektif profesi. Bagaimana praktek-praktek profesional sesungguhnya dalam operasional penanganan lingkungan," jelasnya.

"Mari kita berkarya untuk Indonesia. Jangan pernah bosan dan jangan pernah lelah berbakti untuk bangsa ini", pesan Siti Nurbaya di akhir sambutannya.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan penyematan medali secara simbolis bagi para Insinyur Profesional Utama, yaitu kepada Menteri Siti Nurbaya, Darori Wonodipuro (anggota DPR RI), Jacob Manusawai (Rektor Universitas Papua), Musdhalifah Machmud (Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian), dan Fairus Mulia (praktisi kehutanan). Penyematan dilakukan oleh Ketua Umum PII, Dr. Ir. A. Hermanto Dardak. MSc.IPU, didampingi oleh Ketua BKTK, Ir. Tonni Hari Widiananto, MSc.

Setelah menyampaikan apresiasinya kepada Menteri LHK, Hermanto Dardak juga menjelaskan  bahwa saat ini ada 21 badan kejuruan di Indonesia, dan dari 800.000 Insinyur di Indonesia, yang teregister sebagai profesional baru sebanyak 12.500 orang.

"Sejak tahun 1995, sudah mutual rekognisi dari negara Asia sebagai peluang networking, dan terdapat tiga hal yang harus diperhatikan oleh Insinyur profesional, yaitu keselamatan publik, kesehatan publik, dan keberlanjutan lingkungan", ujar Hermanto.

Mendukung pernyataan Hermanto, Tonni Hari juga menyampaikan pesannya, bahwa membangun hutan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan harus bekerjasama dgn profesi lain, untuk saling memperkuat.

Sejumlah jajaran KLHK juga tampak dalam acara pengukuhan ini, antara lain Sekretaris Jenderal KLHK, Kepala Badan Litbang dan Inovasi, Kepala Badan SDM dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK. Acara pengukuhan dilanjutkan dengan Simposium Nasional I  Badan Kejuruan Teknik Kehutanan, dengan tema "Mendayagunakan Sumberdaya Hutan Secara Profesional untuk Kesejahteraan Rakyat dan Berwawasan Lingkungan".(*)