Wednesday, January 24, 2018

Pohon Cintaku, Lagu Peduli Lingkungan Ciptaan Menteri LHK

GERAKAN peduli lingkungan dengan cara menanam pohon, terus dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kini gerakan menanam pohon tidak lagi hanya seremoni, tapi benar-benar disiapkan dengan baik sebagai warisan generasi nanti.

Selain berbagai aksi nyata di lapangan, pesan penting menanam pohon juga disampaikan Menteri LHK Siti Nurbaya lewat lagu ciptaannya berjudul 'Pohon Cintaku'. Lirik lagu disusun Menteri Siti bersama Dirjen PDASHL DR. Hilman Nugroho, serta aransemen musiknya oleh Aldi Nada Permana. Lagu tersebut sudah dirilis melalui chanel Youtube https://youtu.be/E1xt-y_a6Fg.

 
''Mari kita mengawali tahun 2018 dengan berbuat sesuatu yang positif bagi Ibu Pertiwi. Sebagaimana anjuran Bapak Presiden Jokowi, mari kita tingkatkan kesadaran menghijaukan alam, dengan menanam 25 pohon selama hidup,'' ajak Menteri LHK Siti Nurbaya dalam rilis pada media, Minggu (7/1/2018).

Tidak perlu sejuta atau satu milyar pohon, cukup 25 pohon saja selama hidup yang bisa ditanam dan dipelihara secara bertahap, yaitu 5 pohon semasa SD, 5 pohon semasa SMP, 5 pohon semasa SMU, 5 pohon semasa perguruan tinggi, dan 5 pohon setelah menikah.

Lirik lagu 'Pohon Cinta' bercerita tentang pentingnya bersyukur hidup di Indonesia yang dilimpahi kekayaan alam. Memiliki hutan, sungai dan lautan yang luas. Karenanya harus selalu dirawat dan dijaga bersama.

Video Klip 'Pohon Cintaku' mengambil lokasi di Taman Nasional Gunung Leuser-Aceh, yang merupakan wahana pelestarian bagi hutan hujan tropis di Sumatera. TNGL Aceh merupakan rumah aneka flora dan habitat dari beberapa spesies hewan yang hampir punah.

*Tidak Lagi Seremoni

KLHK terus melakukan berbagai terobosan baru dalam upaya merehabilitasi lahan kritis. Program penanaman pohon kini benar-benar diawasi, mulai dari proses pemilihan jenis tanaman, lokasi tanam, hingga pemeliharaan.

Untuk menjamin pertumbuhan tanaman di lahan yang kritis dan kering, penanaman dilakukan dengan menggunakan aquasorb yang mampu menyimpan air sebagai cadangan ketika musim kering.

Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional tahun 2017 lalu juga menjadi awal penggunaan barcode sebagai penandaan pohon dalam rangka monitoring dan evaluasi perkembangan tanaman berbasis android baik secara offline maupun online.

''Barcode ini berisi informasi koordinat, dan nama pohon. Sistemnya link ke KLHK. Jadi pohon yang ditanam benar-benar kita pantau perkembangannya dan jaga sama-sama,'' tegas Menteri Siti.

KLHK juga memprogramkan penyediaan bibit secara gratis kepada masyarakat sebanyak 50 juta batang/tahun melalui 50 unit persemaian permanen, kebun bibit rakyat sebanyak 500 unit (produksi per unit sebanyak 25 – 30 ribu batang), dan penyediaan 2,5 juta batang bibit produktif.

Penanaman pohon yang telah dilakukan kata Menteri Siti, didukung oleh APBN, APBD, DAK, DBH DR, CSR BUMN/D serta swasta. Melibatkan TNI/POLRI, Pelajar, Mahasiswa, Pramuka, organisasi masyarakat serta masyarakat secara umum.

Terkait dengan Gerakan Tanam 25 Pohon yang digagas Presiden Jokowi, capaiannya telah terealisasi sebanyak 2.731.524 batang atau setara dengan 5.463 ha.

''Kami menyadari bahwa gerakan ini perlu terus-menerus disosialisasikan dan dukungan para pamong di daerah dan di desa serta para masyarakat menjadi sangat penting,'' kata Menteri Siti.(^)