Saturday, April 21, 2018

Rangkul Umat Dukung Program Jokowi, Menteri Siti Gandeng PARMUSI

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar terus melakukan roadshow silahturahmi sekaligus sosialisasi berbagai kebijakan pemerintah khususnya Perhutanan Sosial dan Reforma Agraria.

Setelah bersilahturahmi dengan PBNU, PP Muhammadiyah dan MUI, Jumat (12/1/2018), Menteri Siti bertemu dengan pengurus ormas Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) di Jakarta.

Kedatangannya diterima langsung Ketua Umum PARMUSI,  Usamah Hisyam dan beberapa jajaran pengurusnya. Turut mendampingi Menteri Siti Nurbaya, diantaranya Sekjen KLHK Bambang Hendroyono; Dirjen PSKL, Bambang Supriyanto; Dirjen Perubahan Iklim,  Nur Masripatin; Dirjen PSLB3, Rosa Vivien;  Ketua Dewan Pengarah Perubahan Iklim Sarwono Kusumaatmaja, serta beberapa ahli seperti Imam Prasodjo, Agus Pambagio, Suryo Adi Wibowo dan Chalid Muhammad.

"Kami hadir untuk mendapatkan pandangan di lapangan dari perspektif keumatan," ucap Menteri Siti Nurbaya membuka silaturahmi.

Kepada pengurus PARMUSI, Menteri LHK menjelaskan saat ini pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo mempunyai dua program prioritas untuk keadilan ekonomi masyarakat, yaitu Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial. Dimana akses lahan benar-benar diberikan kepada rakyat untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

Land reform (Reforma Agraria) adalah untuk lahan yang ditempati masyarakat dan sudah menjadi pemukiman, dapat dilepaskan dari kawasan hutan menjadi bersertifikat dilihat dari status kawasan hutannya.

"Daerah yang sudah ada masyarakat dan pemukiman sudah harus dikeluarkan tergantung status kawasannya. Total yang disiapkan dari kawasan hutan sekitar 4,1 juta ha," kata Menteri Siti.

Program kedua, pemerintah menyiapkan akses kelola hutan kepada masyarakat yang disebut Perhutanan Sosial, dimana masyarakat diberi akses kelola hutan selama 35 tahun dan dapat diperpanjang, namun tidak untuk dimiliki. Total yang dicadangkan adalah 12,7 juta ha.

"Saat ini sudah terealisasi 1,4 juta ha dari target 4,3 juta ha sampai tahun 2019", jelasnya.

Menteri Siti menambahkan selain akses lahan juga disiapkan akses permodalan dengan menggandeng Bank BUMN dan pola bagi hasil dengan BLU KLHK.

Ketua Umum PARMUSI, Usamah Hisyam menyambut baik dan mendukung program pemerintah ini karena sangat sejalan dengan apa yang menjadi program kerja PARMUSI. Dijelaskannya, PARMUSI mempunyai program Membangun Desa Madani yang berangkat dari cita-cita besar bangsa Indonesia yaitu kesejahteraan sosial.

Dijelaskan Usamah, Desa Madani yang dimaksud bercirikan peningkatan iman dan taqwa, kemandirian ekonomi dan aksi sosial. Peningkatan iman dan taqwa dilakukan dengan penempatan 5 Da'i di tiap kecamatan, sementara kemandirian ekonomi diwujudkan dengan melakukan gerakan sosial untuk lingkungan.

"NKRI harus dijaga dengan membangun dari bawah/desa. PARMUSI bekerja untuk kemakmuran rakyat bukan untuk politik", tegas Usamah.

Untuk mencapai tujuan tersebut, PARMUSI juga sudah mendirikan PARMUSI Business Center untuk pendampingan masyarakat di lapangan. Selain itu, Parmusi juga telah mempunyai Da'i di tiap kecamatan.

Ketua PARMUSI sangat yakin program yang ditawarkan KLHK akan dapat dijalankan dengan baik. "PARMUSI tinggal dikasih akses lahan, karena kami punya sumber pendanaan dan tenaga pendampingan di masyarakat", ucap Usamah.

Bahkan PARMUSI siap membangun pilot project Perhutanan Sosial di beberapa daerah di Indonesia.

"Daerah kami yang paling siap untuk melaksanakan program ini adalah Kalbar, Sulteng, Kaltim, Jabar, NTT, dan Jateng" ungkapnya.(*)

 















 

Website dibuat oleh NiagaWebsite.com