Saturday, May 26, 2018

Tanam Pohon Selamatkan DAS Citarum, Presiden Jokowi: Ini Bukan Seremonial

PRESIDEN Joko Widodo didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, melakukan penanaman pohon di hulu Sungai Citarum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/2).

Kegiatan ini sekaligus menandai pencanangan 'Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum'. Ribuan masyarakat tani ikut melakukan penanam pohon bersama Presiden Jokowi.

Penanganan penanggulangan pencemaran dan kerusakan DAS Citarum, dikatakan Presiden Jokowi merupakan pekeraan besar yang tidak mungkin selesai dikerjakan sehari dua hari atau setahun dua tahun.

“Pemerintah sudah menghitung waktu untuk merevitalisasi DAS Citarum yakni membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun dari sekarang. Sudah kita hitung dari hulu, tengah, dan hilirnya akan bisa selesai insyaallah dalam tujuh tahun,” kata Presiden Jokowi.

Revitalisasi DAS Citarum sudah dimulai 1 Februari 2018 lalu, di kawasan Situ Cisanti, Desa  Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Sementara pada Kamis (22/2) ini dilakukan penanaman pohon ekologis dan ekonomis di hulu Sungai Citarum jenis rasamala, puspa, mangled, damar, dan lain-lain.

Presiden menilai, pohon ekologis dan ekonomis sangat bagus. Kalau bisa tumbuh, menurut Presiden, tanaman tersebut akan jadi endemik atau tanaman lokal.

Menurut Presiden, rehabilitasi Sungai Citarum dilakukan secara terintegrasi, dari mulai pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, dengan pengawasan dari Kodam III Siliwangi.

"Ini gerakan dalam rangka rehabilitasi wilayah DAS Citarum. Jadi sudah dimulai, dan sekali lagi ini bukan seremonial," tegas Presiden Jokowi. "Karena ini adalah pekerjaan besar. Semua terintegrasi," imbuhnya.

Presiden juga memastikan akan memeriksa perkembangan rehabilitasi hulu DAS Citarum per tiga bulan.

Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan rehabilitasi dilakukan di beberapa lahan di kawasan perhutani. Yaitu di sekitar Gunung Wayang sebagai titik 0 hulu Citarum.

"Ada tanah Perhutani lebih dari 7.000 hektar dan di sela petak terdapat 980 hektar tanah PTPN oleh satgas telah dibuat pembibitan permanen dan sudah ada bibit di situ,"  ujar Menteri Siti.

Menurutnya sudah ada sebanyak 239 ribu batang tanaman yang ditanam. Penanaman oleh satgas telah dilakukan sejak 1 Februari pada areal 980 hektar.

Sebelumnya, pada kawasan Perhutani telah dilakukan penanaman seluas 2.500 hektar yang dilakukan oleh Perhutani bersama masyarakat melalui program rehabilitasi lahan tahun 2017 .

"Upaya itu sebagaimana perintah Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla ketika terjadi banjir besar di Garut.
Secara keseluruhan lahan kritis dan sangat kritis di Citarum Hulu, mencapai tidak kurang dari 59 ribu hektar," pungkasnya.

Tampak hadir dalam kesempatan itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.(*)

Dokumentasi: SetPres